Sep 10, 2013

The 39 Clues: Maze of Bones

39 Clues Book 1
The Maze of Bones
Rick Riordan
Alih bahasa oleh Heniarti Sri Agusta




Untuk Halley dan Patrick, yang menerima tantangan

Bab 1
Lima menit sebelum kematiannya Grace Cahill mengubah wasiatnya.
Pengacaranya membawa versi lain yang merupakan rahasianya yang paling ia jaga selama tujuh tahun terakhir.
Apakah ia cukup gila untuk menggunakan surat wasiat itu, William Mclntyre tidak pernah yakin.
“Madam, tanya nya “ apakah anda yakin?”
Ia memandang ke luar jendela ke arah padang rumput yang disinari matahari sore. Kucingnya, Saladin, meringgkuk manja di sampingnya seperti yang biasa dilakukannya sejak Grace sakit. Namun, kehadirannya saat ini tidaklah cukup untuk membuat Grace merasa tenang, tidak hari ini. Dia akan memulai sesuatu yang mungkin akan mengakhiri peradaban.
“Ya William”, setiap nafasnya terasa menyakitkan. “Aku yakin.”
William membuka segel pada folder kulit berwarna coklat. Ia tinggi dengan tulang rahang yang menonjol. Hidungnya mancung sehingga selalu membuat bayangan pada salah satu bagian wajahnya.  Ia sudah menjadi penasihat Grace, orang teterdekat dan terpercaya selama hampir separuh hidupnya. Mereka sudah berbagi banyak rahasia selama bertahu-tahun, tapi tidak ada yang seberbahaya yang satu ini.
Ia memegang dokumen itu agar Grace dapat memeriksanya. Satu batuk menggetarkan tubuhnya. Saladin mengeong tanda ia khawatir. Ketika batuk itu hilang, William mengambilkan pena untuknya. Ia membubuhkan tanda tangannya dengan lemah di atas kertas itu.
“Mereka masih sangat muda”, ucap William. “ Seandainya saja orang tua mereka …..”
“ Tapi orang tua mereka tidak berhasil”, katanya kecewa. “ Dan sekarang anak-anak itu pasti sudah cukup dewasa. Mereka satu-satunya harapan kita.”
“Jika mereka gagal…….”
“ Usaha selama lima ratus tahun sia-sia”, jawab Grace. “Semuanya hancur, keluarga, dunia….. semuanya”
William mengangguk khawatir. Ia mengambil folder itu dari tangan Grace.
Grace duduk bersandar, mengelus bulu perak Saladin. Pemandangan diluar jendela membuatnya sedih. Hari yang terlalu indah untuk meninggal. Ia ingin piknik bersama anak-anak itu untuk yang terakhir kali. Ia ingin kembali muda dan kuat dan mengelilingi dunia sekali lagi.
Tapi pandangannya kabur, nafasnya sesak. Digenggamya kalung permata Jade –jimat keberuntungan yang ia dapatkan di Cina beberapa tahun yang lalu. Jimat itu sudah menyaksikan begitu banyak kejadian dimana Grace berhasil lolos dari maut. Ya keberuntungan, tapi jimat itu tidak bisa lagi membantunya.
Ia sudah bersiap untuk hari ini. Namun, tetap saja ada banyak hal yang belum ia lakukan. Ada banyak hal yang belum ia ceritakan pada anak-anak itu.
“ Itu seharusnya sudah cukup”, bisiknya. Ia kemudian menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Ketika ia yakin bahwa Grace Cahill sudah meninggal, William Mclntyre berjalan ke arah jendela dan menutup tirainya. William lebih menyukai kegelapan, nampak lebih cocok dengan urasan yang harus ia tangani.
Pintu di belakangnya terbuka. Kucing Grace mendesis dan bersembunyi di bawah temat tidur.
William tidak menoleh. Ia menatap tanda tangan Grace di atas surat wasiat barunya yang kini menjadi dokumen paling penting dalam sejarah keluarga Cahill.
“ Jadi?”, tanya seseorang dengan suara kasar.
William berbalik. Laki-laki yang berdiri di pintu itu wajahnya terhalang bayangan gelap dan jasnya sehitam minyak mentah.
“ Ini saatnya”, jawab William. “Pastikan mereka tidak curiga.”
William tidak yakin, tapi menurutnya laki-laki berpakaian hitam itu tersenyum.
“Jangan khawatir”, ia berjanji. “Mereka tidak akan mendapatkan petunjuk apapun.”

Bab 2
Menurut Dan Cahill ia memiliki kakak perempuan paling menyebalkan seantero planet. Ini sebelum kakaknya membakar cek senilai dua juta dolar.
Semuanya bermula saat mereka pergi ke upacara pemakaman nenek mereka, Grace Cahill. Secara rahasia, Dan merasa senang karena ia berharap ia bisa menjiplak batu nisan setelah semua orang pergi. Meneurutnya Grace tidak akan peduli. Grace selalu menjadi nenek yang keren.
Dan suka mengoleksi banyak hal. Mulai dari kartu baseball, tanda tangan kriminal terkenal, senjata perang, koin langka,figur dari aktor yang ia perankan sejak TK (ada 12 buah). Saat ini yang paling ia sukai adalah jiplakan batu nisan di atas kertas dengan menggunakan pensil lukis. Semuanya ada di apartemen mereka. Yang paling disukainya adalah
PRUELLA GOODE 
1891-1929 
I'M DEAD. LET'S HAVE A PARTY. (Aku mati. Mari berpesta)
Menurut Dan jika ia punya jiplakan batu nisan Grace sebagai salah satu koleksinya, mungkin ia tidak akan merasa bahwa Grace sudah pergi untuk selamanya.
Sepanjang perjalanan dari Boston ke Worcester County, bibinya –Beatrice mengemudi sangat pelan. Kecepatannya hanya 25 mil per jam.














0 komentar:

Post a Comment

komentar