Welcome to My Blog

Enjoy Your Time!

Get Your Books Here

See the World Beyond Your Windows

Food

I'd love to eat!

Animation Movies

Best Genre

:)

Thank You for Your Visit

Oct 18, 2013

The House of Hades

The House of Hades is really an amazing novel. Like usual these are amazing sentences I quote from the novel.
Hecate " Janus would have you believe that all choices are black or white, yes or no, in or out. In fact, it’s not that simple. Whenever you reach the crossroads, there are always at least three ways to go…four, if you count going backward."

Favonius " Love is never simple."

Cupid " Love is where you least expect it. It is no game. It is not a flowery softness. It is a hard work -a quest that never ends. It demands everything from you, especially the truth. Only then it yields reward."

However, I am feeling a little bit upset since the author gave Nico, the most favorite hero of mine, a hard path to take. Why did he have to have feeling for Percy? Hmm.. nevermind. Perhaps Reyna could heal his heart in their quest back to Camp Halfblood.




Sep 26, 2013

[Update] Perjuangan Skripsi


15/7/13  Menemui PA dan buat janji temu. She said "See me tomorrow after break (1.30)."

16/7/13 Datang 1.30 dan menunggu PA sampai 14.30. Bertemu PA, dimarahi karena tidak membawa  LHS semester 1-4.Judul tidak diperhatikan, PA bilang "ini sudah banyak yang meneliti, ganti dengan yang lebih unik". I replied " sebelumnya saya sudah tanya sama pak i, dan menurut beliau strategi ini belum ada yang meneliti. Finally, PA said "Lihat buku daftar judul di tempak bu Yuli". I suppose she challenge me to prove that it is really not yet studied by others.

17/7/13 Datang jm 8 dan melihat daftar judul skripsi yang sudah ditulis senior.
Menemui PA jam 10, mengecek nilai di historis dan judul akhirnya di acc PA. My persistence is truly working this time.
Jam 1.30 berkas pengajuan judul diserahkan ke TU.

19/7/13 Ke jurusan mengecek perkembangan berkas yang sudah berada di meja panitia skripsi (Mrs. Yuli Tiarina). Belum ada kata "see me"

25/7/13 "See me" masih belum terlihat di map pengajuan judul.

26/8/13 This is the first day of my 7th semester, a day after my 21 birthday, and I get a very amazing present. "See me" is written on my proposal. It is not "Find another title". I've moved one step ahead.

27/8/13 Menunggu Mrs. Yuli di jurusan, tapi tidak berhasil menemui beliau.

2/9/13 Judul di acc Mrs. Yuli. Saya sudah maju satu langkah lagi.

4/9/13 Mengambil Surat tugas pembimbing di TU. My first advisor is Drs. Zainuddin Amir, M.Pd. The second one is Delvi Wahyuni, S.S. M.A.

5/9/13 Berencana menemui pembimbing 1 dan 2, tapi hanya bertemu pembimbing 2 (Ms. Delvi) . Beliau meminta kopian surat tugas.

9/9/13 Menemui pembimbing 1 (Pak i) dan Menyerahkan surat tugas. He asked me to revise chapter I. 

16/9/13 Menemui pak i untuk menyerahkan revisi bab 1, tapi beliau minta saya datang lagi hari kamis. 

19/9/13 12.20 (setelah kuliah interpretation) menemui pak i di jurusan. Beliau akan memeriksa bab 1 dan dikembalikan pada saya tgl 26/9. God, please help me. SEPTEMBER 2014. 
Yes...I will, Insyaallah....

26/9/13 Kata bapak revisi bab 1 lagi...

30/9/13 Sudah berusaha menyelesaikan revisi sebelum jam 12, tapi tidak bisa. Rencana menemui pak I batal.


3/10/13 Gagal menemui pak I karena kuliah interpretation baru selesai jam 12.30. Ternyata, Pak I sudah pulang. Revisi bab I diserahkan ke Ms. Delvi

Sep 10, 2013

The 39 Clues: Maze of Bones

39 Clues Book 1
The Maze of Bones
Rick Riordan
Alih bahasa oleh Heniarti Sri Agusta




Untuk Halley dan Patrick, yang menerima tantangan

Bab 1
Lima menit sebelum kematiannya Grace Cahill mengubah wasiatnya.
Pengacaranya membawa versi lain yang merupakan rahasianya yang paling ia jaga selama tujuh tahun terakhir.
Apakah ia cukup gila untuk menggunakan surat wasiat itu, William Mclntyre tidak pernah yakin.
“Madam, tanya nya “ apakah anda yakin?”
Ia memandang ke luar jendela ke arah padang rumput yang disinari matahari sore. Kucingnya, Saladin, meringgkuk manja di sampingnya seperti yang biasa dilakukannya sejak Grace sakit. Namun, kehadirannya saat ini tidaklah cukup untuk membuat Grace merasa tenang, tidak hari ini. Dia akan memulai sesuatu yang mungkin akan mengakhiri peradaban.
“Ya William”, setiap nafasnya terasa menyakitkan. “Aku yakin.”
William membuka segel pada folder kulit berwarna coklat. Ia tinggi dengan tulang rahang yang menonjol. Hidungnya mancung sehingga selalu membuat bayangan pada salah satu bagian wajahnya.  Ia sudah menjadi penasihat Grace, orang teterdekat dan terpercaya selama hampir separuh hidupnya. Mereka sudah berbagi banyak rahasia selama bertahu-tahun, tapi tidak ada yang seberbahaya yang satu ini.
Ia memegang dokumen itu agar Grace dapat memeriksanya. Satu batuk menggetarkan tubuhnya. Saladin mengeong tanda ia khawatir. Ketika batuk itu hilang, William mengambilkan pena untuknya. Ia membubuhkan tanda tangannya dengan lemah di atas kertas itu.
“Mereka masih sangat muda”, ucap William. “ Seandainya saja orang tua mereka …..”
“ Tapi orang tua mereka tidak berhasil”, katanya kecewa. “ Dan sekarang anak-anak itu pasti sudah cukup dewasa. Mereka satu-satunya harapan kita.”
“Jika mereka gagal…….”
“ Usaha selama lima ratus tahun sia-sia”, jawab Grace. “Semuanya hancur, keluarga, dunia….. semuanya”
William mengangguk khawatir. Ia mengambil folder itu dari tangan Grace.
Grace duduk bersandar, mengelus bulu perak Saladin. Pemandangan diluar jendela membuatnya sedih. Hari yang terlalu indah untuk meninggal. Ia ingin piknik bersama anak-anak itu untuk yang terakhir kali. Ia ingin kembali muda dan kuat dan mengelilingi dunia sekali lagi.
Tapi pandangannya kabur, nafasnya sesak. Digenggamya kalung permata Jade –jimat keberuntungan yang ia dapatkan di Cina beberapa tahun yang lalu. Jimat itu sudah menyaksikan begitu banyak kejadian dimana Grace berhasil lolos dari maut. Ya keberuntungan, tapi jimat itu tidak bisa lagi membantunya.
Ia sudah bersiap untuk hari ini. Namun, tetap saja ada banyak hal yang belum ia lakukan. Ada banyak hal yang belum ia ceritakan pada anak-anak itu.
“ Itu seharusnya sudah cukup”, bisiknya. Ia kemudian menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Ketika ia yakin bahwa Grace Cahill sudah meninggal, William Mclntyre berjalan ke arah jendela dan menutup tirainya. William lebih menyukai kegelapan, nampak lebih cocok dengan urasan yang harus ia tangani.
Pintu di belakangnya terbuka. Kucing Grace mendesis dan bersembunyi di bawah temat tidur.
William tidak menoleh. Ia menatap tanda tangan Grace di atas surat wasiat barunya yang kini menjadi dokumen paling penting dalam sejarah keluarga Cahill.
“ Jadi?”, tanya seseorang dengan suara kasar.
William berbalik. Laki-laki yang berdiri di pintu itu wajahnya terhalang bayangan gelap dan jasnya sehitam minyak mentah.
“ Ini saatnya”, jawab William. “Pastikan mereka tidak curiga.”
William tidak yakin, tapi menurutnya laki-laki berpakaian hitam itu tersenyum.
“Jangan khawatir”, ia berjanji. “Mereka tidak akan mendapatkan petunjuk apapun.”

Bab 2
Menurut Dan Cahill ia memiliki kakak perempuan paling menyebalkan seantero planet. Ini sebelum kakaknya membakar cek senilai dua juta dolar.
Semuanya bermula saat mereka pergi ke upacara pemakaman nenek mereka, Grace Cahill. Secara rahasia, Dan merasa senang karena ia berharap ia bisa menjiplak batu nisan setelah semua orang pergi. Meneurutnya Grace tidak akan peduli. Grace selalu menjadi nenek yang keren.
Dan suka mengoleksi banyak hal. Mulai dari kartu baseball, tanda tangan kriminal terkenal, senjata perang, koin langka,figur dari aktor yang ia perankan sejak TK (ada 12 buah). Saat ini yang paling ia sukai adalah jiplakan batu nisan di atas kertas dengan menggunakan pensil lukis. Semuanya ada di apartemen mereka. Yang paling disukainya adalah
PRUELLA GOODE 
1891-1929 
I'M DEAD. LET'S HAVE A PARTY. (Aku mati. Mari berpesta)
Menurut Dan jika ia punya jiplakan batu nisan Grace sebagai salah satu koleksinya, mungkin ia tidak akan merasa bahwa Grace sudah pergi untuk selamanya.
Sepanjang perjalanan dari Boston ke Worcester County, bibinya –Beatrice mengemudi sangat pelan. Kecepatannya hanya 25 mil per jam.














May 23, 2013

Response Essay to a Play Entitled “The Stronger” (Indonesian Ver)


Terpenjara dalam Cinta
The Stronger adalah sebuah drama yang sekilas terlihat sederhana. Ceritanya ditampilkan dalam bentuk monolog dimana hanya ada dua pemain di atas panggung, Mrs. X dan Ms Y. Namun sebenarnya drama ini cukup rumit karena begitu terbuka terhadap banyak interpretasi. Kalimat-kalimat yang disampaikan Mrs. X menunjukkan apa yang terjadi dan memprekenalkan karakter kedua pemain. 
Mrs. X  adalah seorang wanita yang mengutamakan urusan rumah tangganya di atas apapun. Ini terlihat dari “Yes, Amelie dear, home is the best of all, the theatre next and children—well, you don't understand that.” Ia meninggalkan pekerjaanya sebagai aktris setelah ia menikah dengan suaminya, Bob. Ini secara tersirat terlihat dari “Think how happy you were at Christmas when you went out to visit your fiancé’s parents in the country? How warmly you spoke about domestic happiness. You really quite longed to quit the theatre forever?” Dari kalimat ini terlihat bahwa dalam pandangan saat itu atau setidaknya pandangan Mrs. X, wanita yang sudah menikah seharusnya berhenti bekerja dan fokus mengurus rumah tangga.  Suami Mrs. X, Bob, adalah orang yang berpengaruh di Grand Theatre, jadi sebenarnya jika Mrs. X mau terus mengejar mimpi dan keinginannya ia bisa suskses karena memiliki suami dengan posisi tinggi dan mampu membantunya. Akan tetapi ini tidak terjadi karena ia keluar dan mengabdikan dirinya untuk rumah tangganya.
Mrs.X juga seorang istri yang sangat sabar demi menjaga keutuhan rumah tangganya. Ia menyadari bahwa suaminya pernah berselingkuh dengan Ms. Y, tapi ia tidak peduli karena menurutnya seorang istri tidak boleh berfikiran sempit.Ia sangat yakin kalau perselingkuhan antara Bob dan Ms. Y sudah berakhir, dan dia memaafkan suaminya. Ini terlihat dari Well, judging by certain signs, I believe you have already lost him. Of course, you meant me to walk out as you once did which you are now regretting. But I won’t do that, you may be sure. One should not be narrow-minded, you know. And why should nobody else want what I have?” Dari sini juga telihat jelas bahwa ia tidak akan meninggalkan suaminya dengan alasan perselingkuhan karena ia tidak mau menyesal seperti Ms. Y. Ms. Y dulu tidak mau memaafkan tunangannya dan kemudian memutuskan pertungan tersebut. Alasan lainnya adalah karena Mrs. X yakin bahwa ada orang lain yang menginginkan miliknya adalah hal yang biasa. Dapat disimpulkan bahwa menurut Mrs. X perselingkuhan itu terjadi hanya karena orang lain menginginkan apa yang ia miliki yakni suaminya bukan karena ketidaksetiaan suaminya. Mrs. X dengan jelas mengatakan bahwa walaupun ia sudah menyadari bahwa Bob berselingkuh, ia tidak khawatir dan akan tetap pulang untuk mencintainya. “As for your affair with Bob, that’s doen’t worry me in the least…….Thanks for teaching my husband how to love. Now I'm going home to love him.” Ia bangga karena suaminya adalah tipe suami yang sangat diidamkan orang dan ini menambah kuat keinginanya untuk mempertahankan rumah tangganya. Ini terlihat dari “He is kind and a good little man. You ought to have had such a husband, Amelie……………! I don't know why, but the women are crazy about my husband. They must think he has influence about getting them theatrical engagements, because he is connected with the government. Perhaps you were after him yourself.” Ia juga harus sabar dengan makian jika suaminya marah. Saat Bob marah ia akan memaki-maki contohnya pada "What! Those damn girls who can never learn to make coffee. Blast, now that silly idiot hasn’t trimmed the lamp properly!" And then there are draughts on the floor and his feet are cold. "Ugh, how cold it is; the stupid idiots can’t even keep the stove going."  
 Ia melakukan apa yang tidak dia sukai hanya karena suaminya menyuaki hal tersebut. Ia menyesuaikan diri dengan kehendak suaminya. Hal ini terlihat dari “These are for my old man, with tulips on them which I embroidered myself. As a matter of fact, I hate tulip, but he has to have tulips on every things” Bob Boleh saja menyukai tulip dan Mrs. X juga punya hak untuk tidak menyukai bunga itu, akan tetapi akan lebih adil dan bertoleransi jika Bob tidak mengharapkan Mrs. X menyulamkan tulip pada apapun yang ia pakai. Dalam beberapa kalimat Mrs. X  yakni That's the reason I had to embroider tulips--which I hate--on his slippers, because you are fond of tulips; that's why we go to Lake Mälarn in the summer, because you don't like salt water; that's why my boy is named Eskil--because it's your father's name” dapat disimpulkan bahwa Mrs. X selalu menuruti kehendak suaminya yang ternyata adalah kehendak yang dipengaruhi oleh rasa cintanya pada Ms. Y. Seharusnya Mrs. X tidak begitu saja mengikuti semua keinginan suaminya karena  dalam pernikahan istri juga punya hak dalam mengekspresikan dirinya dan memberikan pendapat. Contohnya dalam hal pemberian nama anak laki-lakinya, Jika Mrs. X tidak setuju Bob memberikan nama Eskil seharusnya ia menyatakan rasa keberatan atau rasa tidak sukanya sehingga mereka bisa berdiskusi untuk menemukan nama lain. Jika ia ingin pergi berlibur ke pantai tapi tidak pernah pergi karena suaminya lebih suka berlibur ke danau, seharusnya dia mengatakan kalau ia ingin ke pantai bukan hanya diam dan memendam keinginannya. Mrs. X sepertinya berhenti menjadi pribadi yang mengejar keingannya sendiri hanya agar keinginan suami atau keluarganya terpenuhi. Ia tidak lagi memikirkan dirinya sendiri. Seorang istri dan ibu memang harus lebih memprioritaskan keluarga tapi tidak secara total dimana ia melupakan kebahagian dan keinginan dirinya sendiri. Memprioritaskan keinginan suami dan melupakan diri sendiri inilah yang dilakukan oleh Mrs. X.
Mrs. X mengikuti gaya Ms. Y agar suaminya semakin tertarik padanya. Ia berubah demi suaminya. Ia tidak  lagi menjadi dirinya sendiri karena tidak memiliki kebebasan untuk itu. Kebebasan itu tidak direnggut darinya tapi dia sendiri yang membatasi diri dan menyerahkan kebebasan demi rumah tangganya. Ia menjadikan Ms. Y panutan dan  meniru apa yang dipakai, dilakukan, dibaca bahkan apa yang dimakan dan diminum Ms. Y. Ini terlihat dari “That’s why I wear your colors, read your authors, eat your favorite dishes, drink your drinks--chocolate, for instance; that's why--oh--my God--it's terrible, when I think about it; it's terrible. Everything, everything came from you to me, even your passions.” Mrs. X mengatakan perubahan yang ia lakukan dengan cara meniru Ms. Y membuat suaminya semakin terikat pada dirinya. “And if you taught me how to dress--tant mieux!--that has only made me more attractive to my husband; so you lost and I won there.” Seharusnya Mrs. X menciptakan gaya berpakaianya sendiri untuk menarik perhatian suaminya tidak perlu meniru orang lain. Lagi pula, cinta yang sejati tidak semata melihat penampilan tapi kecantikan hati.
Apakah Mrs. X bahagia? Sepertinya tidak. Mrs. X lah orang yag bekerja keras demi rumah tangganya, dia bersabar dengan semua tingkah laku suaminya bahkan bersabar ketika suaminya berselingkuh, dan dia juga harus terus mengikuti kehendak suaminya. Ia terpenjara, kehilangan kebebasan untuk berekspresi, melakukan apa yang ia inginkan dan menjadi dirinya sendiri karena ia terlalu mencintai suaminya.

Bloom’s Levels of Questioning


Bloom’s Levels of Questioning

Knowledge/Remembering
recall              recite              memorize                   list
name              describe                     label               match



Comprehension/Showing Understanding
discuss          express          explain           summarize
paraphrase                infer                locate             find
tell                   extend                        give examples



Application/Using Understanding
practice          apply              compute         use
translate         change          solve               interpret
pretend          dramatize       illustrate         demonstrate



Analysis/Examination
debate            diagram          compare         contrast
question        analyze          categorize      outline
experiment    criticize           differentiate               distinguish




Synthesis/Creating
create             draw               compose        design
formulate       organize        combine         devise
modify                        assemble                   span               construct
write                compile          revise             suppose




Evaluation/Deciding or Judging
select              judge              predict            justify
decide                        choose           assess            evaluate
support           conclude       value